Kain untuk cross stitch bisa dicari dengan istilah count 11 (besar serat kainnya), count 14 (normal), count 18 (kecil). Biasanya orang menyukai menggunakan count 14. Kain linen weave biasanya count 18 bahkan ada yang lebih kecil lagi countnya, dan vynil weave hanya tersedia count 14.
Yang membedakan kain buatan Eropa dan Amerika serta Korea dengan bahan dari China atau Indonesia adalah “kelemasannya”, bahan dari Eropa, Korea dan Amerika terasa kaku agak susah ditekuk-tekuk, sedangkan kain dari China dan Indonesia gampang ditekuk-tekuk bahkan saking lemasnya kadang-kadang seperti tidak lurus hasil jahitannya karena itu membutuhkan ram untuk menahan kain itu agar tidak terlalu lemas.
Juga lubang untuk memasukan jarum pada bahan Korea terlalu rapat sehingga menyulitkan jika ingin sekaligus melakukan dua kali tusukan jarum pada dua lubang yang berbeda. Kain Eropa dan Amerika lubangnya tidak rapat tapi juga tidak terlalu besar sehingga memudahkan untuk melakukan 2 kali tusukan jarum sekaligus. Dan kain Indonesia lubang dan seratnya sama besar, sehingga hasil jahitannya cendrung kelihatan jarang dan kesan lubangnya jadi jelas sekali.
Aida, merupakan jenis kain untuk cross stitch yang banyak digunakan oleh para penggemar cross stitch di Indonesia, selain harganya yang tak terlalu mahal, kain ini juga mudah dicari di pasaran dan di took-toko craft. Kain ini cocok untuk pemula. Sifat-sifat Aida yang berasal dari serat katun, menjadikan kain ini mudah dicuci, tahan lama, dan lembut di tangan. Sebagian besar kain Aida berbahan katun, banyak yang 100% katun, tetapi Aida dengan campuran serat rayon juga banyak di pasar. Mutunya tidak sebaik katun murni, tapi harganya lebih murah.
Jenis kain Aida mulai dari 6ct hingga 22ct, dengan ukuran di atas 18ct lazim dipakai untuk membuat petite-stitch. Aida yang paling sering dipakai untuk kristik (cross stitch) adalah 14ct dan, sesekali, 16ct. Saking terbiasanya dengan ukuran ini, banyak perajin kristik menyebut ukuran 14ct ini sebagai ukuran "normal", ukuran di bawahnya seperti 18ct, disebut "kecil", dan ukuran di atasnya (misal, 12ct, 10ct) disebut "besar". Kecuali memesan lewat toko online, saya belum pernah menemukan Aida 20, 22, 24ct. Bahkan AWein, kakak saya yang menggagas Kristik Islami, yang dibandingkan saya jauh lebih rajin dan teliti kalau mencari barang di pasar, belum pernah mendapatkannya. Kalau membutuhkan kain dengan lubang lebih banyak per-inci, kami menggunakan linen.
Linen merupakan kain yang dibuat dari flax, karenanya lebih kasar daripada Aida yang bahan dasarnya katun. Kebanyakan kain Linen tipenya 28ct-36ct. Lubangnya dua kali lipat banyaknya dibandingkan kain Aida. Apakah lubangnya kecil sekali? Jangan terburu-buru mengira kita membuat tusuk silang dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih kecil-kecil per-inci. Linen biasa digunakan untuk membuat tusuk silang dengan 3x3 lubang untuk satu silangan, artinya untuk tiap silangan kita melangkahi satu lubang. Jadi, kalau kita membuat kristik di atas kain linen 28ct, besar dan jumlah tusuk silang akan sama dengan Aida 14ct.
Keuntungan dari adanya "lubang tambahan" ini terasa benar saat kita membuat kristik dengan detail yang rumit, misalnya menggunakan banyak jahitan seperempat atau jahitan lain sebagai aksesoris yang memperindah kristik/memperkaya bentuk. Mengerjakan jahitan seperempat pada kain Aida membutuhkan ketelitian besar untuk menentukan titik tengah dari serat kain serta melibatkan resiko benang kusut karena menumpuk di atas tusuk silang yang sudah jadi. Bila menggunakan Linen, lubang tambahan di bagian tengahnya jelas memudahkan hal tersebut.
Selain itu, karena lebih rapat, kain linen menjadi dasaran yang manis bila kristik kita buat tanpa memenuhi seluruh permukaan kain. Contohnya, sebagai sarung bantal atau plakat. Makin lembut kain linen, makin kecil kotaknya, makin banyak campuran katunnya, makin halus serat flax-nya, dan... makin mahal harganya.
Jobelan bisa dibilang perkawinan Linen-Aida. Tipe kain mulai dari 16, 20, 25, 28, sampai 32ct membuat kita dapat mengerjakan kristik secara detail seperti pada kain Linen, tapi harganya lebih murah karena terbuat dari katun (seperti Aida) dengan dicampur polyester. Bahkan, setidaknya dari berbagai katalog di toko-toko online, tersedia kain Jobelan emas dan perak yang bahan dasarnya serat polyacrylic dan metalik.
Lugana adalah kain kristik yang bahan dasarnya juga campuran, biasanya antara katun dan rayon sebagai komponen pokok, ditambah serat buatan lainnya dalam porsi yang lebih kecil. Lugana memiliki tipe 20, 25, 28, dan 32ct. Kelebihan Lugana adalah variasi warna dan kelenturan kain. Untuk warna mengilap, selain emas dan perak, Lugana juga memiliki warna metalik lain. Kain Lugana ini baik bila digunakan untuk membuat pola-pola dari HAED alias (Heaven and Earth Design). Karena pola-pola HAED mengharuskan tingkat kedetilan yang tinggi maka sangat disarankan memakai kain yang ctnya kecil seperti 25ct atau 28ct.
Sumber:http://julaihobbies.wordpress.com
http://rensharie.multiply.com